Sumsel, PALEMBANG, bukanisu.com |Pilihan transportasi berbasis aplikasi di Kota Palembang bakal semakin beragam. Green SM Taxi, layanan ride-hailing berbasis kendaraan listrik, mulai mempersiapkan kehadirannya di Sumatera Selatan.
Kehadiran layanan transportasi listrik tersebut mendapat dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan (DPD ADO Sumsel). Organisasi yang menaungi para pengemudi online itu menilai transportasi berbasis kendaraan listrik merupakan bagian dari transformasi menuju mobilitas perkotaan yang lebih modern dan rendah emisi.
Ketua DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, mengatakan pihaknya mendukung kehadiran Green SM di Sumatera Selatan. Dukungan tersebut, kata dia, tidak sebatas pernyataan, tetapi juga diwujudkan melalui keterlibatan dalam sejumlah persiapan sebelum layanan beroperasi.
“Kami mendukung penuh hadirnya Green SM sebagai bagian dari transformasi transportasi modern di Sumatera Selatan,” ujar Asrul dalam konferensi pers di Coffee J, Rabu (9/9/2026) malam.
ADO Sumsel, lanjut Asrul, turut berkoordinasi membantu persiapan administrasi dan proses perizinan yang diperlukan. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, persyaratan perizinan untuk operasional Green SM telah dinyatakan lengkap.
Namun, kesiapan layanan tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen dan jumlah armada. Kualitas pengemudi menjadi salah satu faktor penentu.
Asrul mengatakan pengemudi merupakan ujung tombak karena berhadapan langsung dengan masyarakat sebagai pengguna jasa. Karena itu, driver yang bergabung dengan Green SM harus dibekali kemampuan pelayanan, pemahaman keselamatan, serta kemampuan memberikan kenyamanan kepada penumpang.
“Pengemudi merupakan ujung tombak layanan, sehingga kualitas mereka harus benar-benar dipersiapkan,” katanya.
Bukan Sekadar Ganti Mobil ke Kendaraan Listrik
Menurut Asrul, membangun ekosistem transportasi listrik tidak cukup hanya dengan mengganti kendaraan berbahan bakar konvensional dengan electric vehicle (EV).
Sejumlah aspek pendukung harus berjalan beriringan, mulai dari fasilitas pengujian kendaraan, pelayanan pelanggan, perlindungan terhadap pengemudi hingga kepastian regulasi.
“Semua elemen harus siap agar layanan dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Salah satu rencana yang menjadi perhatian adalah bantuan peralatan uji KIR dari Green SM kepada Dinas Perhubungan Kota Palembang. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap persiapan dan pelaksanaannya harus mengikuti prosedur serta mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
“Kami berharap seluruh proses berlangsung transparan, akuntabel, dan sesuai aturan,” ujar Asrul.
Usung Konsep 5 Goods
Green SM merupakan perusahaan taksi listrik asal Vietnam yang tengah mengembangkan jaringan layanannya di Indonesia. Dalam operasionalnya, perusahaan tersebut membawa konsep 5 Goods, yakni Good Car, Good Driver, Good Price, Good Experience, dan Good for Environment.
Konsep tersebut menempatkan kualitas kendaraan, pengemudi, harga, pengalaman pelanggan, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari standar layanan.
Bagi ADO Sumsel, kehadiran Green SM bukan hanya membuka alternatif transportasi baru bagi masyarakat Palembang. Ekspansi layanan tersebut juga dinilai dapat membuka peluang bagi pengemudi untuk masuk ke ekosistem transportasi berbasis kendaraan listrik.
“Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga peluang meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat,” kata Asrul.
Ia menegaskan pengembangan transportasi listrik membutuhkan kolaborasi antara perusahaan penyedia layanan, pemerintah daerah, komunitas pengemudi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurut dia, kesiapan armada, pengemudi, fasilitas pendukung, sistem pelayanan, hingga regulasi harus dibangun secara bersamaan agar pertumbuhan transportasi listrik di Palembang berlangsung tertib dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen mendukung inovasi transportasi yang tertib, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun para pengemudi di Sumatera Selatan,” pungkasnya. (win)













