Palembang

PT KAI Kirim Banjir Bercampur Limbah. Warga Kertapati Ributkan Ganti Rugi

×

PT KAI Kirim Banjir Bercampur Limbah. Warga Kertapati Ributkan Ganti Rugi

Sebarkan artikel ini
Foto : Warga menunjukan proyek jalan khusus karyawan PT KAI yang telah menyebabkan musibah banjir

AMDALNYA ???

Palembang, bukanisu.com – Musibah banjir dadakan terjadi di Jalan Dipo  RT 11 RW 03 Kelurahan Kertapati Kecamatan Kertapati Kota Palembang pada Jumat 5 Desember 2025 malam, dengan ketinggian air hampir sebatas lutut orang dewasa.

Informasi diperoleh dari Candra Yudawinata Ketua RT 11, setelah bersurat resmi kepada Pimpinan Redaksi Media bukanisu.com untuk meminta bantuan peliputan dan pemberitaan.

Candra mengatakan, ini adalah kali pertama mereka terkena musibah banjir. Air kiriman PT KAI tersebut berwana hitam pekat dan berminyak. Tidak menutup kemungkinan dari debu batu bara dan tumpahan oli bekas dari Dipo Lokomotif.

“Saya meyakini banjir tersebut dikarenakan proyek pembangunan Jalan Khusus Karyawan PT KAI dan dengan sengaja menutup parit saluran pembuangan air,” seru Candra saat dibincangi media, Sabtu (6/12/25).

Foto : SS vidio amatir warga saat berusaha menyelamatkan isi dagangan diwarungnya

Sambungnya lagi, saat banjir terjadi warga dengan kompak meminta ijin dengan sicurity untuk menjebol dibeberapa titik dari Jalan Khusus Karyawan tersebut. Alhasil banjir pun langsung surut.

Akibatnya banyak warga mengalami kerugian baik materi berupa barang dan tidak dapat mencari nafkah dikarenakan sibuk beres-beres oleh sebagian besar warga bekerja sebagai buruh harian lepas.

Foto : Situasi didalam rumah warga di RT 11 Kelurahan Kertapati

Seperti yang disampaikan Nawir warga RT 11,  yang membuka usaha jahit pakaian dirumah. “Barang elektronik, kasur dll banyak yang rusak. Karena air datang dengan deras dan mendadak, sehingga banyak warga tidak sempat meyelematkan harta bendanya,” jelasnya sedih.

Atas musibah tersebut, Candra berharap agar PT KAI dapat bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi atau kompensasi kepada warga terdampak.

You cannot copy content of this page