Pangkalan Balai, bukanisu.com – Keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali menunjukkan hasil menggembirakan.
Warga binaan yang terlibat dalam budidaya melon jenis litanon berhasil memanen buah berkualitas, dengan rata-rata berat mencapai 2,5 kg perbuah, berukuran besar dan memiliki rasa yang sangat manis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dalam akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui pemanfaatan green house dan lahan terbuka, warga binaan dibekali keterampilan pertanian produktif yang bernilai ekonomi, dengan pendampingan dari petugas serta dukungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pemasyarakatan yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaannya.
“Alhamdulillah, hasil panen kali ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Rata-rata berat melon litanon mencapai 2,5 kilogram per buah, ukurannya besar dan rasanya sangat manis,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Tetra Destorie Imantoro usai melakukan panen melon di green house Lapas. Jumat (19/12/25).
Ia menjelaskan, didalam green house terdapat sekitar 550 tanaman melon litanon yang dikelola secara intensif.
Sementara untuk area luar lapas terdapat sekitar seribu tanaman. Secara keseluruhan, total tanaman melon litanon yang dibudidayakan mencapai lebih dari 1.500 tanaman.
“Hasilnya cukup signifikan. Pada panen pertama sebelumnya sekitar satu ton, sedangkan hari ini dari green house diperkirakan mencapai 1 ton 250 kilogram. Untuk area luar, potensinya bisa sampai tiga ton,” jelasnya.
Selain sebagai sarana perekonomian, hasil panen melon litanon jni juga memberikan kontribusi ekonomi.
“Kami bekerjasama dengan suplier untuk memasarkan hasil panen tersebut agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah Sumatera Selatan,” ujar Tetra.
Melalui program ini, Lapas Banyuasin tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan warga binaan tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan.













