Palembang

Apkarindo Sumsel Dorong Pemerintah Canangkan GERNAS Peremajaan Karet

×

Apkarindo Sumsel Dorong Pemerintah Canangkan GERNAS Peremajaan Karet

Sebarkan artikel ini

Palembang, bukanisu.com – Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong pemerintah pusat untuk segera mencanangkan Gerakan Nasional (GERNAS) Peremajaan Karet.

Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya solusi konkret untuk menyelamatkan jutaan hektare perkebunan karet rakyat yang kini dalam kondisi kritis akibat usia tua dan serangan penyakit.

Sekjen Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, menegaskan bahwa pada dasarnya petani sangat mendukung program peremajaan (replanting).

Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa program tersebut harus realistis dan berpihak pada kondisi ekonomi petani di lapangan.

“Tanpa intervensi negara, peremajaan mandiri justru akan menjadi beban baru bagi petani. Kebun kita sudah tua, rentan penyakit, dan produksinya terjun bebas,” ujar Rudi, Selasa (3/2).

Untuk memastikan kesuksesan Gernas Karet, Apkarindo Sumsel mengusulkan lima komponen strategis yang mencakup penyediaan bibit unggul tahan penyakit, bantuan alat berat untuk pembukaan lahan tanpa bakar, serta pendampingan teknis bagi petani dari penanaman hingga penyadapan.

Selain itu, diperlukan prioritas subsidi pupuk bagi sektor karet dan penguatan hilirisasi agar petani mampu mengolah lateks menjadi produk industri bernilai jual tinggi.

Salah satu poin krusial yang ditekankan Rudi adalah keberlangsungan hidup petani saat pohon karet belum bisa disadap (masa TBM).

Mengingat pohon karet butuh waktu tahunan untuk menghasilkan, Apkarindo meminta pemerintah memfasilitasi bibit tanaman tumpangsari. “Petani harus tetap makan selama proses replanting.

Fasilitasi bibit tumpangsari seperti nanas, padi, jagung, atau kedelai sangat penting agar mereka tidak kehilangan pendapatan sementara,” tegasnya.

Rudi menutup dengan pesan kuat bahwa peremajaan karet tanpa strategi hilirisasi adalah jalan buntu, begitu juga sebaliknya. “Negara harus hadir secara utuh, jangan biarkan petani berjuang sendiri di tengah anjloknya produktivitas nasional,” kilahnya. (*)

You cannot copy content of this page