Disdik Berharap LSM Memberikan Masukan Positif Bagi Sekolah
Pangkalan Balai, bukanisu.com – KAGET. Halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin mendadak ramai dipadati karangan bunga ucapan selamat dari guru, persatuan guru dan kepala sekolah.
Sebagai penghargaan atas keberanian dan kinerja baik Pidsus Kejari Banyuasin dalam menyikapi dan menindak oknum LSM yang telah dianggap meresahkan dilingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin Yosi Zartini melalui Kepala Bidang SD Jamaluddin mengatakan semuanya bertindak secara spontan.
Itu ungkapan apresiasi atas kinerja Kejari. Sikap oknum LSM disini dinilai kebanyakan menyakitkan kepala sekolah melebihi auditor hukum.
“Saat Inspektorat tidak menyalahkan, mereka tetap menghakimi salah,” ungkap Jamaluddin, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, LSM semestinya berperan membantu pemerintah dalam memberikan pengawasan dan masukan, serta melakukan dialog agar sekolah lebih baik, bukannya membuat gesekan.
Kepala Kejari Banyuasin Erni Yusnita melalui Kasi Intel Jeffry F Saragih menyatakan rasa kaget atas apresiasi dari para guru tersebut.
“Kami hanya melihat adanya keluhan dari para pendidik yang salah satu anaknya (RJ) bertugas di Kejari, dan saat klarifikasi sayangnya sempat ada gesekan dan menjadi viral sehingga timbul prasangka negatif dimasyarakat,” jelasnya.
Jeffry menambahkan, bahwa sekira pukul 00.01 WIB, di halaman depan Kantor Kejaksaan Negeri Banyuasin, terdapat karangan bunga yang berisikan dukungan kepada Kejari Banyuasin atas tindakan tegas terhadap oknum LSM yang meresahkan guru dan masyarakat.
Berdasarkan pemantauan lapangan, terdapat 31 papan karangan bunga yang dikirim oleh K3S dan seluruh Dewan Guru Kabupaten Banyuasin.
Karangan bunga tersebut berisi pernyataan dukungan moral terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejari Banyuasin.
Bahwa Pelaksanaan Aksi tersebut dilatar belakangi adanya dugaan pemerasan/pengancaman yang dilakukan oleh oknum anggota LSM terhadap Kepala Sekolah SD N 19 Betung yang menimbulkan keresahan di kalangan guru.














