Palembang

Disdik Sumsel Wacanakan Sekolah Daring Pasca Lebaran 2026

×

Disdik Sumsel Wacanakan Sekolah Daring Pasca Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

Tunggu Juknis Pusat

Palembang, BukanIsu.Com | Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) tengah bersiap hadapi kemungkinan perubahan sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasca Lebaran 2026.

Hal ini menyusul adanya wacana kebijakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah digodok oleh Pemerintah Pusat.

​Kebijakan efisiensi energi tersebut memunculkan opsi penerapan pembelajaran daring (online) bagi para siswa. Namun, hingga saat ini, pihak pemerintah provinsi belum menetapkan keputusan final.

​Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Mondyaboni menegaskan bahwa pihaknya masih dalam posisi menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari Pemerintah Pusat sebelum mengambil langkah di tingkat daerah.

​”Kami masih menunggu petunjuk teknisnya seperti apa terkait kebijakan penghematan BBM ini,” ujar Mondyaboni, Senin (23/3/2026).

​Mondya menambahkan, jika kebijakan tersebut resmi diberlakukan, implementasinya tidak akan dilakukan secara gegabah. Disdik akan melakukan pemetaan mendalam terhadap wilayah yang sulit akses internet.

​Kemudian memastikan setiap daerah memiliki infrastruktur pendukung belajar jarak jauh. Mempertimbangkan sistem hybrid (kombinasi daring dan tatap muka) atau penyesuaian jam belajar.

“Disdik Sumsel akan bergerak cepat melakukan penyesuaian begitu regulasi resmi diterbitkan. Tujuannya agar proses belajar mengajar tetap berjalan efektif tanpa mengorbankan kualitas pendidikan di daerah,” katanya.

​Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah efisiensi energi nasional. Langkah ini merupakan respons terhadap dinamika global, terutama ketegangan di Timur Tengah yang menekan stok energi dunia.

​Selain sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Sumsel juga melirik penerapan sistem kerja Work From Home (WFH) atau Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menekan konsumsi BBM harian.

​”Kami akan mengikuti kebijakan ini karena dampaknya positif untuk mengefisiensi pemakaian BBM,” kata Deru. (ssn)

You cannot copy content of this page