Berharap KSOP Palembang Pedulikan Warga
Banyuasin, BUKANISU.COM | Pasalnya, tanah lahan milik warga mengalami abrasi 15 meter lebih, dan kerusakan tanam tumbuh yang diakibatkan oleh aktivitas lalulintas kapal angkutan batubara.
Akhirnya, warga Desa Lebung dan Desa Rantau Harapan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin yang terdampak jadi ricuh dan berusaha tuntut keadilan.
Sayangnya, walau berbagai upaya sudah dilakukan sejak Tahun 2025 belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Meski pihak Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan Rantau Banyur telah turun kelapangan dan membenarkan adanya bukti kasat mata terkait kerusakan lingkungan.
Warga juga sempat kesal atas penjelasan Ilham dari pihak KSOP Palembang yang memberikan fasilistas mediasi antara warga dan pihak perusahaan.
“SKT yang dibawa oleh masyarakat itu tidak sah dikarenakan itu tanah negara,” ujarnya saat pertemuan di Kopi Tiam Palembang 23 Desember 2025 lalu.
Buntut dari pertemuan tersebut jelas membuat kekecewaan masyarakat yang merasa di sudutkan oleh pihak perusahaan dan pihak KSOP.
Kepala Dusun Desa Rantau Harapan, Rahmadi Kurniawan, berharap masalah ini untuk secepatnya diselesaikan.
“Kami warga alur sungai Musi yang terdampak merasa terganggu dan dirugikan. Apalagi Kapal Batubara yang melintas itu siang dan malam,” tegasnya. (es)













