Sumsel

Ketua TP PKK Sumsel Bersama Ketua Persit KCK Sriwijaya Meriahkan Lomba HUT RI

×

Ketua TP PKK Sumsel Bersama Ketua Persit KCK Sriwijaya Meriahkan Lomba HUT RI

Sebarkan artikel ini

Palembang – Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj Febrita Lustia HD ikut memeriahkan rangkaian lomba dan kegiatan olahraga dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Jasdam II/Sriwijaya, Kamis (14/8/25).

Suasana berlangsung meriah dan penuh keceriaan turut dihadiri pula Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah II/Sriwijaya Desi Ujang Darwis beserta jajaran ibu-ibu Forkopimda.

Mereka bersama-sama mengikuti berbagai kegiatan yang sarat dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme. Kegiatan dimulai dengan jalan sehat yang diikuti ratusan peserta, dilanjutkan senam jantung sehat. Setelah itu, suasana menjadi semakin semarak dengan lomba gobak sodor, lomba memindahkan kaleng memakai tali, lomba berjalan berkelompok, lomba estafet sarung, hingga lomba tenis meja.

Dalam kesempatan tersebut, Feby Deru mengungkapkan apresiasinya atas penyelenggaraan acara. Menurutnya, peringatan HUT RI bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi ajang mempererat persatuan dan rasa cinta tanah air. “Melalui olahraga bersama seperti ini, kita bisa mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kesehatan. Ini adalah wujud kebersamaan yang harus terus kita pupuk,” ujar Feby.

Sementara , Desi Ujang Darwis menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antar anggota dan masyarakat. “Saya mengajak ibu-ibu Forkopimda hadir agar kita bisa bergembira bersama. Terima kasih atas kehadirannya,” ucap Desi.

Selain perlombaan, acara juga menampilkan hiburan seni berupa tarian dan lagu-lagu daerah. Penampilan tersebut dibawakan oleh ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana yang tergabung dalam grup musik Sriwijaya Voice, menambah semarak suasana.

Menurut panitia, lomba-lomba yang digelar tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang ditemui. Hal ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai budaya bangsa. (ril)

You cannot copy content of this page