Dengar Percakapan : Dokter Lupa atau Salah Pasang Lensa
Palembang, bukanisu.com – NAHAS dialami Hodijah (68) warga Kecamatan Kertapati Kota Palembang usai melakukan operasi Katarak di RSUD BARI Palembang 26 Januari 2026 lalu.
Alih-alih sembuh, kini mata kirinya bermasalah dan belum bisa melihat. Saat dioperasi saya mendengar percakapan dokter Septi dengan perawat.
“Baru kali ini saya operasi banyak darahnya. Saya lupa pasang lensa dan kenapa saya tidak di ingatkan,” jelas Hodijah menirukan suara dokter Septi.
Ia juga menyampaikan, pasca operasi ada percakapan perawat dengan keluarganya yang mengatakan bahwa lensa mata yang dipasang miring, dan nanti akan dibawa ke RS Mata.
”Saya bingung pernyataan mana yang benar. Jelas mata kiri saya tidak bisa melihat dan seperti ada yang mengganjal,” seru Hodijah menyesali nasibnya sembari menahan sakit.
Saat dioperasi Hodijah mengaku masih dalam kondisi sadar dan mampu mendengar percakapan dokter dan perawat serta keluarganya.
Atas peristiwa tersebut suami Hodijah, Supriyatno alias Yitno merasa tidak senang. “Kalau mau oper istri saya ke RS Mata, kenapa RSUD BARI berani dan sanggup lakukan operasi,” ujarnya.
“Kita ke RS untuk sembuh, bukan bikin tambah parah. Jika benar terjadi kesalahan dan kelalaian maka saya akan lapor,” cetus Yitno kembali, Minggu (1/2/2026) dirumahnya.
Kejadian tersebut dibenarkan dan diketahui oleh Candra Ketua RT . “Ibu Hodijah menderita sakit Katarak dan sudah melaksanakan operasi di RSUD BARI minggu lalu, dan mengeluh telah terjadi kelalaian saat operasi,” ujarnya mendampingi.
Atas informasi tersebut, pihak RSUD BARI Palembang melalui Adea Kepala Tim Humas megucapkan terimakasih dan menyampaikan hak jawabnya, Senin (2/2/2026).
“Untuk yang sudah disampaikan kita akan cari tahu kelapangan. Mengenai informasi ini akan kami kroscek dan juga akan meminta keterangan dari dokter yang besangkutan,” jelas Adea ramah diruang tamu RSUD BARI Palembang.













