Tutup Celah Kecurangan
Palembang, BUKANISU.COM | Universitas Sriwijaya (Unsri) menegaskan komitmennya untuk menutup celah kecurangan dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Wakil Rektor I Unsri Rujito Agus Suwignyo menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Kampus Unsri Bukit Besar, Palembang, Selasa (31/3/2026).
“Kami sekuat tenaga mengantisipasi semua celah kecurangan agar seluruh siswa yang diterima di Unsri benar-benar lulus secara murni,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak universitas tidak hanya mengandalkan hasil ujian, tetapi juga melakukan verifikasi mendalam pasca-kelulusan. Dokumen seperti rapor dan portofolio akan diperiksa kembali keabsahannya.
Khusus bagi pendaftar program KIP Kuliah (KIP-K), tim verifikator Unsri akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan data yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain itu, Unsri juga memberikan peringatan keras terkait praktik perjokian dalam seleksi masuk perguruan tinggi. “Jika ketahuan menggunakan joki, maka otomatis dinyatakan tidak lulus. Jika dilaporkan ke pihak berwajib, maka yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi hukum,” tegasnya.
Pada tahun ini, Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali menjadi salah satu instrumen penting dalam penentuan kelulusan. Apabila terdapat peserta dengan total skor yang sama, maka penilaian akan ditentukan berdasarkan nilai TKA tertinggi.
Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi yang paling diminati dengan jumlah 1.552 pendaftar. Sementara itu, Program Studi Pendidikan Dokter berada di urutan ke-16 peminat terbanyak.
Untuk jenjang vokasi, Program Studi D3 Komputerisasi Akuntansi tercatat memiliki 41 pendaftar. Menutup keterangannya, Rujito mengingatkan calon peserta untuk memperhatikan jadwal pendaftaran.
Ia mengatakan batas akhir pendaftaran UTBK ditetapkan pada 7 April 2026, sehingga para siswa diimbau segera menyelesaikan proses pendaftaran sebelum tenggat waktu berakhir.













