Palembang, bukanisu.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan Cik Ujang menetapkan target untuk fungsionalitas Jembatan Musi V.
Jembatan vital ini diharapkan dapat dilintasi oleh masyarakat saat arus mudik Lebaran 2026. Pernyataan ini disampaikan Wagub Cik Ujang di Palembang, Sabtu (7/2/2026).
Cik Ujang menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Musi V terus berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Meskipun beberapa pekerjaan fisik masih dalam tahap penyelesaian, progres proyek tetap dipantau secara ketat.
Pihaknya optimis target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu untuk melayani kebutuhan transportasi.
Target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur dan konektivitas di Sumsel.
Kehadiran Jembatan Musi V diharapkan mampu memberikan solusi signifikan terhadap kepadatan lalu lintas. Ini akan sangat membantu kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik lebaran.
Selain itu, jembatan ini juga akan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Palembang. Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi serta mobilitas penduduk di sekitar kawasan tersebut.
Jembatan Musi V bukanlah proyek infrastruktur yang berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian integral dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Secara spesifik, jembatan ini merupakan komponen dari ruas Palembang-Betung yang memiliki panjang total 1,7 kilometer.
Lokasinya yang strategis berada tepat di atas aliran Sungai Musi, menjadikannya penghubung penting di wilayah tersebut.
Cik Ujang juga memberikan penekanan khusus kepada pihak pelaksana proyek untuk tetap mengutamakan kualitas pekerjaan. Selain kualitas, aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan Jembatan Musi V. Ini untuk memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun kokoh dan aman bagi pengguna.
Dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan, diharapkan Jembatan Musi V dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Pembangunan yang berkualitas akan meminimalisir risiko kerusakan dan biaya perawatan di masa depan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Sumatera Selatan. (*)













