Banyuasin, BUKANISU.COM | Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 untuk penyusunan RKPD Tahun 2027, di Graha Sedulang Setudung, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan mengusung tema Percepatan Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi Dan Hilirisasi Industri Hijau dihadiri unsur DPRD, Forkopimda, Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, serta berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Bupati Banyuasin, Dr H Askolani Jasi, menegaskan Musrenbang RKPD menjadi tahapan penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan tahunan daerah.
“RKPD 2027 merupakan Tahun Ketiga RPJMD Banyuasin. Diperlukan komitmen bersama untuk menyepakati prioritas pembangunan dan target kinerja,” ujarnya.
Askolani menekankan pentingnya inovasi di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, efisiensi bukan menjadi hambatan, melainkan tantangan untuk mendorong kreativitas.
Pemkab Banyuasin juga telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 7 Triliun kepada pemerintah pusat dan provinsi guna mendukung percepatan pembangunan.
Selain itu, seluruh OPD diminta tetap bekerja maksimal meskipun menghadapi kendala administrasi dan anggaran.
“Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, harus lebih fleksibel dan fungsional sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Askolani.
Sementara itu, Kepala Bappeda Banyuasin, Rini Pratiwi, menyebut penyusunan RKPD dilakukan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), dengan mengakomodasi 1.346 usulan pokok pikiran DPRD.
Dari sisi capaian, tingkat kemiskinan pada 2025 turun menjadi 8,48 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 2,68 persen. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,40 persen, dan IPM meningkat menjadi 72,42 persen.
Indeks pelayanan publik mencapai 4,54 dengan kategori prima, serta indeks kepuasan masyarakat sebesar 87,37 persen. (adv/do)
















