Sumsel

Pemprov Sumsel Masih Kaji Efektifitas WFH Bagi ASN

×

Pemprov Sumsel Masih Kaji Efektifitas WFH Bagi ASN

Sebarkan artikel ini

Palembang, BUKANISU.COM | Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tengah mengkaji kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) selama satu hari dalam sepekan sebagai langkah menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengurai kemacetan.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap pengkajian mendalam untuk memastikan efektivitasnya terhadap efisiensi energi dan stabilitas ekonomi daerah.

“Kebijakan WFH mingguan ini sedang kami kaji sebagai langkah efisiensi energi. Kita ingin mengurangi pergerakan kendaraan di jalanan, yang secara otomatis berdampak pada penghematan penggunaan BBM secara kolektif,” katanya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, wacana tersebut mengadopsi usulan dari pemerintah pusat dan dinilai berpotensi menekan mobilitas kendaraan dinas maupun pribadi tanpa mengganggu produktivitas kerja.

Namun demikian, kebijakan itu tidak akan diterapkan secara menyeluruh pada semua sektor. Layanan publik esensial seperti kesehatan tetap berjalan normal, sementara sektor pendidikan berpotensi menerapkan sistem pembelajaran daring pada hari yang ditentukan.

“Untuk sektor-sektor khusus seperti layanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Sementara pendidikan mungkin diarahkan menggunakan sistem daring,” jelasnya.

Dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan melakukan penghitungan teknis terkait dampak kebijakan tersebut, khususnya terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.

Menurut dia, kesadaran penghematan energi menjadi hal penting di tengah dinamika ekonomi global saat ini, mengingat penggunaan BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan beban anggaran negara.

“Setiap Liter BBM bersubsidi itu ada andil anggaran negara. Jadi penghematan yang kita lakukan akan membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya.

Deru mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan kebijakan yang dirumuskan tetap mengutamakan kelancaran pelayanan publik sekaligus mencapai target efisiensi energi di wilayah Sumsel.

“Kami akan hitung betul efektivitasnya secara teknis. Harapannya, ini menjadi solusi yang tepat untuk menjaga ketahanan ekonomi bersama,” katanya. (adv)

You cannot copy content of this page