ADVETORIALBANYUASIN

Abdul Rais Buka Rapat Paripurna Istimewa DPRD Banyuasin Peringati HUT Kabupaten Banyuasin Ke 24

×

Abdul Rais Buka Rapat Paripurna Istimewa DPRD Banyuasin Peringati HUT Kabupaten Banyuasin Ke 24

Sebarkan artikel ini

Perkuat Sinergi Dalam Pembangunan Daerah

Banyuasin, BUKANISU.COM | Rapat Paripurna Istimewa DPRD Banyuasin memperingati hari jadi Kabupaten Banyuasin ke-24 Tahun ditandai dengan kilas balik perjalanan pembangunan yang terus berlanjut sejak pemekaran tahun 2002.

Kegiatan berlangsung hidmat di Gedung Paripurna DPRD Banyuasin Kota Pangkalan Balai, Jumat (10/4/2026), diawali dengan pemutaran vidio sejarah terbentuknya Kabupaten Banyuasin.

Acara dibuka langsung oleh Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, Anggota DPRD Banyuasin, pimpinan daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, unsur Forkopimda, lembaga, organisasi masyarakat serta insan media.

Gubernur mengatakan, Banyuasin adalah kabupaten yang secara tidak langsung yang ditanggatkan oleh nasional. Diusia yang cukup dini, Ia tak menyangka kabupaten Banyuasin dipredikatkan produksi lumbung pangan nasional, menjadi penyuplai beras Ketiga se Indonesia tahun 2022.

“Kami merasakan kabupaten Banyuasin salah satu kabupaten yang menompang nama baik Sumatera Selatan sebagai penghasil lumbung pangan, berdampak kepada Provinsi Sumsel dengan peringkat ketiga,” terang Deru.

Gubernur berharap gerbang ekspor bagi berbagai komoditas Sumatera Selatan dapat berpusat di Kabupaten Banyuasin. Menurutnya, hal tersebut akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Banyuasin Askolani menerangkan Kabupaten Banyuasin berdiri pada tanggal 10 April 2002 melalui UU Nomor 6 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan, sebagai pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin.

Seiring dengan perjalanan waktu, dengan segala kelebihan dan kekurangannya pada Tanggal 10 April Tahun 2026 sekarang, Kabupaten Banyuasin tepat berusia 24 Tahun.

“24 tahun bukanlah sekadar angka perjalanan waktu. Ini adalah fase kematangan fase di mana sebuah daerah tidak lagi hanya bertumbuh, tetapi mulai meneguhkan jati diri, memperkuat pondasi, dan menentukan arah masa depan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Askolani mengatakan, usia 24 tahun adalah masa transisi dari proses pencarian menuju fase penguatan peran dan kontribusi. “Demikian pula dengan Kabupaten kita yang kini tidak lagi sekadar membangun, tetapi harus mampu menjadi penggerak, menjadi pusat pertumbuhan,dan menjadi bagian penting dalam kemajuan wilayah dan nasional,” ujar Askolani.

Dalam 24 tahun ini, Banyuasin telah melewati berbagai dinamika mulai dari keterbatasan awal pembentukan daerah, tantangan pembangunan, hingga ujian global seperti pandemi.

“Namun dari semua itu, kita belajar bahwa kekuatan utama kita adalah kebersamaan, ketangguhan masyarakat, dan komitmen untuk terus maju,” tandasnya.

Memaknai usia ke-24 ini, kita tidak boleh hanya melihat capaian, tetapi juga harus jujur melihat tantangan fundamental yang masih kita hadapi di antaranya Masih perlunya percepatan penurunan kemiskinan kemiskinan dan penghapusan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, penguatan struktur ekonomi daerah agar lebih produktif dan bernilai tambah yang didukung infrastruktur yang berkualitas, serta pemerataan pembangunan hingga ke desa dan wilayah terpencil.

Oleh karena itu, arah pembangunan ke depan harus semakin fokus, terintegrasi, dan selaras dengan kebijakan pembangunan nasional. “Pembangunan Banyuasin hari ini dan ke depan tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan nasional. Kita harus menjadi bagian aktif dalam mewujudkan agenda besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Bupati dua periode ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais menegaskan bahwa momentum hari jadi ke-24 Kabupaten Banyuasin menjadi refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.

Ia menyampaikan, DPRD sebagai lembaga Legislatif akan terus berkomitmen mengawal setiap kebijakan pemerintah daerah agar berjalan efektif, transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Peringatan hari jadi ini bukan hanya seremonial semata, tetapi menjadi momen evaluasi terhadap capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen kita bersama dalam mewujudkan Banyuasin yang lebih maju, mandiri dan sejahtera,” ujar Abdul Rais.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Eksekutif, Legislatif dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Banyuasin.

“DPRD Banyuasin siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa,” tegasnya. (adv/do)

Penulis: Desi Oktari Editor: Asnaini Khamsin

You cannot copy content of this page