Banyuasin |bukanisu.com| Aliansi Perkumpulan Masyarakat Mahasiswa dan Pemuda Hukum Sumsel (APMMPH Sumsel) menggelar aksi unjuk rasa damai di DPRD dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin, Senin (11/5/2026).
Dalam aksi, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan persoalan transparansi iuran organisasi pendidikan hingga proyek pembangunan pipa transmisi PDAM.
Koordinator Aksi, Hendi Romadoni mengatakan pihaknya meminta Kejari Banyuasin menindaklanjuti laporan dugaan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat, kami mencoba ikut andil sebagai kontrol bagi penyelenggara pemerintahan agar arah pembangunan sesuai aturan dan perundang-undangan,” ujar Hendi.
Dalam tuntutannya, APMMPH menyoroti dugaan iuran pada organisasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Banyuasin periode 2022–2026.
Mereka mempertanyakan transparansi iuran bulanan sebesar Rp 600 persiswa per bulan yang disebut dibayarkan masing-masing sekolah kepada pengurus MKKS.
Selain itu, terdapat pula dugaan iuran tambahan pada momentum tertentu seperti Hari Jadi Banyuasin dan Hardiknas.
Tak hanya itu, massa aksi juga meminta transparansi iuran organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuasin tahun 2025–2026.
Mereka mempertanyakan legalitas kenaikan iuran dari sebelumnya Rp 8 Ribu menjadi Rp 16 Ribu per bulan bagi guru PNS dan PPPK se-Kabupaten Banyuasin yang mulai berjalan sejak Oktober 2025.
Selain isu pendidikan, APMMPH turut menyoroti proyek pembangunan pipa transmisi PDAM dari kawasan Merah Mata menuju Kenten yang disebut menelan anggaran sekitar Rp 3 Miliar.
Massa meminta Kejari Banyuasin memanggil pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pengawas kegiatan serta perusahaan pihak ketiga untuk dimintai klarifikasi.
Dalam pernyataannya, APMMPH juga mendesak aparat penegak hukum melakukan audit teknis dan investigasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Mereka mengaku akan kembali menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat dengan membawa data yang diklaim lebih detail.
“Kami mendukung Kejari Banyuasin memberantas para koruptor yang telah merugikan keuangan negara tanpa pandang bulu,” tutupnya. (DO)













