Satu Masjid dan Dua Rumah Pompa PDAM Ikut Roboh
Sumsel, BANYUASIN, bukanisu.com | GERCEP dilakukan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuasin Mustopa Sazili adalah indikator perhatian Pemerintah Daerah terhadap masyarakatnya.
Khususnya persoalan abrasi yang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang menyebabkan rusaknya bibir sungai yang disebabkan oleh aktivitas lalulintas kapal angkutan batubara.
Disampaikan Mustopa Sazili bahwa saat ini DLH sedang merinci kerusakan apa saja yang timbul akibat abrasi dan bagaimana solusinya.
Untuk kerusakan bangunan di Kecamatan Rantau Bayur sudah dipastikan ada 1 Masjid dan 2 rumah pompa milik PDAM Banyuasin dalam kondisi rusak parah.
“Untuk cek lapangan bersama, kita akan mengajak tim ahli dari pusat dan provinsi. Maka saat ini kita tinggal tunggu disposisi Bupati untuk terbitnya nota dinas,” jelas Kadis DLH, Rabu (26/8/2026) diruang kerjanya.
Terkait ganti rugi atas kerusakan lahan dan bangunan milik warga, serta menurunnya pendapatan nelayan dalam mencari nafkah adalah prioritas pihak pemerintah.
Untuk laporan akan adanya aksi penghadangan oleh warga karena karena kasal akibat lambannya proses.
“Saya meminta agar warga tetap tenang dan berikan kami kesesempatan untuk menyelesaikannya,” pinta Mustopa Sazili.
Lokasi yang terdampak parah antaranya adalah di Desa Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur yang dilaporkan resmi oleh Asnaini Khamsin pemegang surat kuasa mewakili warga terdampak.
“Kami terimakasih kepada Kepala KSOP Palembang dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan terkhusus Bupati Banyuasin Pak Askolani sangat peduli terhadap masyarakat,” ungkap Asnaini. (as)













