Butuh Perhatian Serius Pemerintah
Sumsel, BANYUASIN, bukanisu.com | Praktik permainan timbangan kian resahkan masyarakat. Konsumen yang seharusnya mendapatkan barang sesuai dengan harga yang dibayar, justru diduga menerima barang dengan berat yang tidak sesuai.
Warga Kecamatan Banyuasin III bernama Deri mengaku menjadi korban timbangan curang saat membeli daging ayam. Diketahuinya setelah sampai di rumah dan ditimbang ulang.
“Parah. Saya beli ayam 1,5 Kg. Pas saya timbang lagi di rumah beratnya ternyata sekira 1.1 Kg,” serunya kesal. Minggu (23/8/2026).
Sementara, konsumen lainnya juga mengaku sering membeli ikan namun ikan yang diterimanya sangat ringan.
“Kan sering belanja, jadi tau berat 500 Gram dan 1 Kg itu seperti apa, nah kadang kalau beli ikan beratnya itu sering tidak sesuai,” ungkap Erin.
Selisih berat timbangan itu tentu bukan persoalan sepele bagi konsumen. Jika praktik serupa terjadi berulang kali dan dilakukan kepada banyak pembeli, kerugian masyarakat dapat terakumulasi cukup besar.
“Harga sembako sekarang sudah pada mahal dipasar, kok tega kita malah dipermainkan seperti ini,” keluhnya.
Keresahan konsumen semakin mencuat kala oknum pegawai UPTD Pasar Pangkalan Balai diduga bocorkan infomasi saat hendak lakukan razia timbangan kepedagang.
Sehingga oknum pedagang mempunyai waktu untuk mengganti atau menggunakan timbangan yang sesuai sebelum pemeriksaan dilakukan.
Masyarakat meminta instansi terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan secara formalitas, tetapi memastikan setiap alat ukur yang digunakan pedagang benar-benar sesuai ketentuan. (do)














